Lampu Reklame LED 2

Attention: open in a new window. Print

Article Index
Lampu Reklame LED 2
Konstruksi
All Pages

Lampu Reklame dengan Animasi LED Berjalan

Pendahuluan

Pada artikel saya sebelumnya telah dibahas bagaimana membuat Lampu reklame/lampu iklan. Banyak kawan-kawan berkomentar lampu iklan tersebut kurang menarik perhatian karena hanya berupa lampu yang menyala statis. Karena itu saya akan membahas lampu iklan yang lebih menarik, yaitu dengan tambahan animasi LED berjalan. Dengan animasi, diharapkan dapat membuat orang tergoda untuk berhenti sejenak memperhatikan lampu iklan ini. Itulah yang kita harapkan.

Kebetulan ada orang yang memesan kepada saya lampu iklan seperti ini dengan tulisan "ISI PULSA", sekalian saja saya jadikan contoh kasus. Anda boleh meniru rangkaian elektronikanya, sedangkan isi tulisan disesuaikan dengan keperluan anda sendiri.

Anda perlu lampu iklan seperti ini tapi tidak sempat membuat sendiri ?? Anda dapat memesan kepada kami. Hubungi kami di  02291931328. Sementara kami hanya menerima pesanan untuk kota Bandung.

Lampu iklan yang saya buat tampak seperti animasi dibawah ini :

Efek lampu berjalan ini sebenarnya adalah ilusi dari LED yang disusun berderet, kemudian dikelompokkan menjadi 3 golongan(atau lebih), katakanlah golongan 1,2 dan 3 seperti gambar di bawah ini. Setiap LED segolongan dinyalakan berbarengan. Golongan LED dinyalakan bergiliran 1, 2, 3 kemudian siklus ini dimulai kembali.

Rangkaian

Lampu Iklan dengan dengan tulisan "ISI PULSA" ini terdiri dari 100 LED warna merah 1.75 Volt. Seratus LED merah yang membentuk huruf tadi, dirangkai 25x4 LED dalam seri-paralel. Animasi lampu berjalan terdiri dari 66 LED biru 3.3Volt. Dirangkai menjadi 3 golongan masing-masing berupa 11x2 LED dalam seri-pararel. Untuk jelasnya lihat gambar di bawah ini :

Lampu Reklame Led

Rangkaian Lampu Iklan ini serupa dengan rangkaian lampu iklan sebelumnya, tetapi kini ada tambahan berupa Transistor Q1, Q2, Q3 dan kawan-kawannya. Transistor berguna sebagai saklar untuk LED. Transistor-transistor tersebut dikendalikan oleh rangkaian yang kita namakan flasher. Bila ada tegangan positif pada terminal F1, F2 atau F3 maka transistor yang bersangkutan akan menghantar (on).

Kita dapat membuat berbagai macam rangkaian flasher. Yang paling umum menggunakan IC CMOS 4017. Kita akan membuat flasher yang tampil beda, yakni menggunakan IC CMOS D flip-flop 4013 dan NAND Schmitt trigger 4093. Rangkaian flasher inilah yang bertugas menyalakan secara bergiliran ketiga transistor tadi. Lihat rangkaian flasher yang dimaksud di bawah ini :

Flaher Led

Perhatikan ada 3 buah jalur tegangan yaitu Vss (ground), Vcc dan Vdd. Jalur Vcc untuk mencatu LED, sedangkan jalur Vdd untuk mencatu IC CMOS. Tegangan Vdd sebesar 5.6Volt karena distabilkan oleh dioda zener Dz.

Dipasangnya C3 mungkin dapat dipandang sebagai sesuatu yang berlebihan Terutama bila kapasitor filter C2 cukup besar. Dengan C2 cukup besar, tegangan kerut pada Vcc sudah cukup kecil. Hadirnya kapasitor C3 akan meratakan arus yang masuk ke dioda Zener sekalipun tegangan kerut pada Vcc besar. Ini menjamin Tegangan Vdd benar-benar rata tanpa kerut. Memang Vdd perlu tegangan yang rata agar IC CMOS dapat bekerja dengan baik. Ini trik yang baik terutama untuk produksi masal, kita dapat gunakan C2 yang kecil agar murah.

Gerbang NAND N1 adalah pembangkit getaran sebagai 'clock' dari D flip-flop. Trimpot Rv digunakan untuk mengatur kecepatan dari animasi lampu berjalan. Sebetulnya rangkaian flasher hanya membutuhkan 3 gerbang NAND. Karena CMOS 4093 terdiri atas 4 buah NAND, maka N2 kita karyakan sebagai penyangga pembangkit getaran sehingga tidak ada NAND yang tak terpakai.



Comments  

 
#12 ichan 2014-10-13 17:59
mas bagaiman cara merangkai auto voltase regultor untuk generator 5 kw mohn bantuannya
Quote
 
 
#11 Mata hati Rakyat 2014-04-22 22:54
Apa yаng kamі pelɑjari dari berita iini sungguh berguna untuk saya.
Alhamdսllilah, kami yakin padaa atikеl ѕelanjuttnya pasti lebih baik lagi.
Sukses untuk Anda!
Quote
 
 
#10 wahyu 2014-04-14 13:47
bang bagaimana kalau capasitor 2, voltasenya di ganti menjadi 160v?
apa tdk apa-apa! atau berpengaruh pd lednya?
Quote
 
 
#9 wahyu 2014-04-14 13:44
bang bagaimana kalau capasitor 2, voltasenya di ganti menjadi 160v?
apa tdk apa-apa! atau berpengaruh pd lednya?
Quote
 
 
#8 yudianchaw 2014-01-19 01:59
langsung dicoba,lanjutka n bro..
Quote
 
 
#7 awaludin 2013-11-27 04:14
bagus juga nih idenya, makasih.....
Quote
 
 
#6 awaludin 2013-11-27 04:14
bagus juga nih idenya, makasih.....
Quote
 
 
#5 maryanto 2013-11-08 02:13
r
Quote
 
 
#4 maryanto 2013-11-08 02:13
y
Quote
 
 
#3 hendra 2013-10-16 13:52
untuk Rp gunakan 330k ohm atau 220k ohm
Quote
 

Add comment

Silahkan tulis komentar anda berupa: pertanyaan, saran, kritikan dan lain sebagainya.


Security code
Refresh