Solar-Cell (Dapatkah Air digunakan Untuk Bahan Bakar?)

Attention: open in a new window. Print

Article Index
Solar-Cell (Dapatkah Air digunakan Untuk Bahan Bakar?)
Solar-cell
All Pages

Solar Cell ( Air sebagai bahan bakar?? )

Baru-baru ini kita dihebohkan dengan ide dari seseorang, yaitu mencampur bensin dengan air. Karena BBM alias bensin ini harganya selangit, timbullah ide bagaimana kalau bensin ini kita campur saja dengan air. Walaupun tampaknya konyol, ternyata ide sang penemu ini berhasil diwujudkan. Keberhasilan ini membuat semua orang antusias, termasuk presiden kita Bapak SBY. Bagaimana tidak, ini adalah solusi yang cerdas untuk dunia. BBM yang semakin langka dan mahal perlu ada cara untuk menghematnya. Lagi pula dunia dihebohkan dengan isu pemanasan global akibat terlalu banyak emisi CO2 yang keluar dari knalpot mobil dan cerobong-cerobong pabrik. Kebetulan saat itu ada konferensi Internasional tentang pemanasan global di Bali. Ini kesempatan baik, untuk memperkenalkan karya anak bangsa pada dunia. Maka dipasanglah instalasi yang diperlukan pada mobil presiden kita agar dapat mencampur air dengan bensin. Kemudian mobil tersebut dipamerkan kepada para delegasi konferensi.

Presiden menamakan bahan bakar air ini "Blue Energi". Betulkah air dapat digunakan sebagai bahan bakar?? Bila betul, tentunya penemu alat ini dapat segera mendaftarkan patent. Dan perusahaan besar seperti : Honda, Toyota, BMW atau General Motor dengan senang hati akan membeli mahal hak patent tersebut. Si penemu akan kaya mendadak. Nyatanya kegairahan "Blue energi" sirna begitu saja.

Dalam kaca mata ilmiah air tidak dapat digunakan sebagai bahan bakar. Malahan sebaliknya air digunakan untuk memadamkan api. Jadi air tidak pernah bisa terbakar. Yang dapat terbakar adalah unsur pembentuk air yaitu hidrogen H2. Pembentuk air lainnya adalah oksigen 02. Tak heran rumus kimia air H2O. Hidrogen adalah gas yang sangat reaktif, mudah sekali terbakar bila bereaksi dengan oksigen. Air dapat dipisahkan dari unsur pembentuknya dengan cara mengalirkan arus listrik padanya. Ini disebut elektrolisa.

Selain mudah sekali terbakar Hidrogen adalah gas yang sangat ringan karena itu digunakan untuk mengisi balon agar balon tersebut dapat terbang. Pernah orang yang Jerman yang bernama Zeplin menciptakan balon raksasa yang diisi dengan gas hidrogen. Balon yang benama Hidenburg ini sukses terbang bolak-balik Berlin - NewYork. Maka ramai-ramai orang membeli tiket untuk merasakan terbang bersama Hidenburg. Tetapi penumpang Hidenburg dilarang keras merokok, maklum gas hidogen mudah sekali terbakar. Nasib Hidenburg demikian tragis, setelah sukses terbang mengarungi samudra ribuan kilometer tibalah ia di NewYork, orang-orang di NewYork memandang kelangit menyambut kedatangan Hidenburg..., tiba-tiba Hidenburg mengalami kebakaran hebat berapa saat sebelum mendarat. Tak ada satupun penumpang yang selamat. Berakhir pula riwayat Hidenburg untuk selamanya

Pada kampanye pemilihan presiden yang lalu gas Hidrogen telah pula membawa korban. Ketika memasuki minggu tenang, semua atribut kampanye dilucuti. Temasuk balon kampanye yang berisi gas hidrogen. Tim sukses hendak melepas tali balon tersebut tapi apa daya tidak ada pisau atau gunting. Tak ada rotan akarpun jadi, maka ia mengunakan korek api untuk memotong tali. Balon meledak dan korban harus dirawat dirumah sakit.

Rupanya anggota tim sukses yang malang tadi tidak pernah mendengar riwayat Hidenburg. Tetapi sang penemu tadi sangat tahu bahwa hidrogen adalah bahan bakar yang baik. Air tidak langsung digunakan sebagai bahan bakar tetapi di-elektrolisa alias dialiri listrik supaya terbentuk gas hidrogen dan gas oksigen. Kemudian kedua gas tadi di suntikan ke karburator mesin. Jadi sama sekali tidak mengunakan air secara langsung disini, seperti kata para wartawan demi beritanya laku keras. Yang benar air harus diurai dahulu menjadi hidrogen dan oksigen baru bisa digunakan sebagai bahan bakar.

Memasukkan oksigen langsung ke ruang bakar mesin sebenarnya tidak efisien. Karena energi dari hidrogen harus diubah dahulu menjadi energi panas dan kemudian energi gerak. Ada banyak kehilangan energi ketika mengubah energi panas menjadi energi gerak (efisiensinya hanya 30%). Cara yang jauh lebih efisien adalah mengubah hidrogen menjadi listrik, kemudian listrik yang dihasilkan digunakan motor-listrik untuk menggerakkan mobil. Dengan cara seperti dapat diperoleh efisiensi nyaris 90%. Hidrogen dapat menghasilkan listrik dengan alat yang bernama FUEL-CELL. Mobil FUEL-CELL (fuel-cell car) bukan angan-angan, masih dalam tarap penelitian tetapi sudah "on the road". Honda telah membuatnya, yang diberi nama FCX Clarity.

FCX Clarity mampunyai fitur yang fantastis. Tiga kali lipat lebih efisien dari mobil bensin modern alias bahan bakarnya tiga kali lebih irit. Nol emisi (tidak ada polusi) alias tidak ada knalpotnya. FCX Clarity berhasil mendapat penghargaan green car adward 2009.

Dimasa yang akan datang mobil-mobil akan dibuat seperti FCX Clarity yang berbahan bakar hiddrogen. Bahan bakar Hidrogen yang diperlukan dihasilkan dengan meng-elektrolisa air menggunakan sumber listrik yang dihasilkan energi terbaharukan dan bebas polusi seperti : energi air, angin, panas bumi dan sinar matahari.

Untuk Indonesia membangkitkan listrik dengan matahari sangat menarik, karena Indonesia kaya akan sinar matahari. Nah untuk mendapatkan energi listrik dari energi matahari diperlukan alat yang bernama Solar Cell yang akan kita bicarakan panjang lebar sebentar lagi. Akhirnya sebagai kesimpulan, saya berharap dimasa yang akan datang, tidak ada lagi kota yang pengap akibat polisi kendaran. Karena bahan bakar mobil dimasa yang akan datang adalah air (baca hidrogen). Sebelumnya air harus dielektrolisa agar menjadi hidrogen dengan memanfaatkan tenaga matari melalui Solar Cell. Semoga mimpi saya segera terwujud !!!. Amin

Link untuk melihat animasi Fuel cell :